Seperti bulan yang enggan meninggalkan langit. Bulan tak bisa tetap bertahan tanpa langit. Begitupun langit yang tak kan pernah bisa terlihat indah tanoa sang bulan. Aku selalu berharap bisa jadi bulan. Dan kamu langitnya. Apakah ini terlalu berlebihan? Aku ingin menjadi temanmu saat malam menjelang. Ketika tiada lagi yang akan menemanimu. Aku mau menjadi tempatmu bergantung, aku sangat ingin. meski kita hanya bertemu ketika malam tiba.Aku tak tau dengan hati ini. Organ tubuh paling penting ini selalu menyimpan banyak misteri. Aku sendiri tidak dapat memahaminya. Aku sadar kalau semua ini akan berlalu. Aku telah lama bersiap untuk itu semua. Bahkan aku telah berupaya untuk mengeyahkanmu dari hatiku, dengan cara yang biasa. Karena aku tak yakin aku akan melepasmu dengan cara yang luar biasa. Namun ternyata ketika semua terusik lagi, dengan mudahnya hati ini berkoordinasi dengan memori bawah sadarku., menjemput kenangan lalu Tak lupa ia juga berkoordinasi dengan jantungku, membuat gerakan naik turun di jantungku. Semua seolah ikut bergerak dan terusik.





